Selama ini aku berkelana sangat jauh, bahkan seringkali aku merasakan bahwa, sepertinya jalan ini sudah pernah ku lalui. Ternyata, bukan jalannya yang sama. Tetapi, kerikil dan bebatuannya yang pernah ku lihat di jalan yang berbeda.
Aku lupa, bahwa kebahagiaan itu ada di dekatku
Aku lupa, bahwa rindu itu sebenarnya tidak ada
Aku lupa, bahwa rasa sakit itu semestinya tidak ada
Aku lupa, bahwa mencari kebenaran itu tidak perlu mengintimidasi
Aku lupa, bahwa waktu yang merangkak maju membawaku pergi ke lorong waktu yang sangat jauh
Sepertinya, aku terlalu larut dalam rasa legit yang begitu menggiurkan mata, tapi tidak dengan air liurku.
Mamah, Terima Kasih sudah menarik lenganku untuk berjalan di sampingku. Engkau berusaha menyamai langkah kakiku. Tapi tidak memintaku berhenti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar