Tampilkan postingan dengan label Sajak-Sajak Yang Tak Utuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak-Sajak Yang Tak Utuh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2020

LEMBAR KEHIDUPAN



Di jantung dunia, aku bergerak
Menciptakan inovasi terhebat
Melepaskan racun dalam arak
Menapakkan jejak yang terlacak

Kemalasan yang datang
Melintang bagai penghalang
Sisingkan risau yang menerjang
Agar kau tahu makna perjuangan

Lelah meski tak terlihat
Namun, ada lillah yang tersirat

Sudut kota, 13 Maret 2019


Sumber : kutipan puisi "lembar kehidupan" (hal : 46)

Rabu, 08 April 2020

PADANG PASIR TIMUR

Kususuri perjalanan yang sangat melelahkan
Bahkan aku merasa sedikit kehausan
Hingga peluhku terus bercucuran
Menandakan bahwa aku kini tengah kelelahan

Tidak !
Tak semudah itu aku menyerah
Sebab terlalu pedih, jika aku membayangkan apa yang akan aku lalui
Karna sejatinya dunia hanyalah racun yang selalu membuntuti


Dunia fana, 22 April 2018



Sumber : Kutipan puisi Lembar Kehidupan (hal 30)

Sabtu, 21 Maret 2020

RINDU



Dua insan yang terpisah
Dalam sukma terasa resah
Tak tau hal apa yang membuatnya gelisah

Bibirpun kelu mengucapkan
Hati pun pilu merasakan
Ada tapi tak nyata
Berat tak terlupakan

Saat awal mata menatap
Rasa itu kian menguap
Bagai hidangan tanpa ada yang menyantap

Rasa ini begitu berat menerpa
Meskipun kuat di jaga
Hanya doa yang dapat menyapa

Kini hati nestapa
Bergulirnya waktu tanpa ada jumpa
Saat datang senja menyapa
Hanya lantunan doa yang mampu menjaga agar hati ini tak berbuat dosa

Tak terlepas dalam hati yang berkabut pilu
Dalam rasa di hantui rindu
Dalam pikiran di balut syahdu
Sungguh .. benar kini ku Rindu...


kolaborasi puisi oleh
Setiani Ika Nurkholisah
Andhika Nur Haikal
Putri Balqeis Tabrani
Tangerang, 9 Juni 2018

ALLAH SUDAH SIAPKAN YANG TERBAIK

    Mengikhlaskan kehilangan memang sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan, Apalagi kehilangan orang-orang yang disayang. Meskipun kita t...