Selasa, 18 April 2023

MEMBUKA HATI


19/365

Pengelolaan yang baik tanpa campur tangan manusia yang tak bertanggung jawab menjadi hal penting dalam memerhatikan sebuah . 

Terlihat mudah. Namun nyatanya susah. Terlihat indah. Namun nyatanya resah. 

COBA DULU SAJA



18/365

Pesan chat yang dikirim melalui aplikasi whatsapp dari seseorang yang sepertinya sudah mulai merasa lelah, 

Aku tidak ingin menyebutkan siapa dia. Tapi intinya, "Yes I do🥲."

Kayanya kalau ada free trial di dalam kehidupan. Aku pasti orang yang bakal terus menerus menggunakan mode free trial itu. 

Ah, lihat saja, aku bahkan selalu diberi kesempatan oleh-Nya untuk terus mengevaluasi diri. Huft, nyatanya aku melakukan hal yang sama. Lagi dan lagi. 

Asupan koin, asupan energi positif, asupan dan asupan terus mengisi tempat berfikirku. 

Lalu, apa hasilnya. ? 

That's right
Aku mencobanya kembali dengan langkah permulaan yang bervariasi. 

Ya Allah Terima kasih atas kesempatan-kesempatan yang masih Engkau berikan kepada hamba-Mu yang tak tahu diri ini. 

TIDAK ADA YANG SALAH



17/365

Tidak ada yang salah selagi mampu memaafkan
Tidak ada yang salah selagi tidak mengulanginya kembali
Tidak ada yang salah selagi mampu mengobati luka yang pernah sengaja atau tidak sengaja dilakukan
Tidak ada yang salah selagi hati tidak menyimpan rasa dendam
Tidak ada yang salah selagi komunikasi yang renggang bisa kembali dekat

Lalu siapa yang salah? 
Tanya saja pada hatimu. 

TANPA PAMRIH



16/365

_________
Abdullah bin Umar mengatakan, Rasulullah SAW berkata, "Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan ia bertanggung jawab dengan kepemimpinannya atas mereka."

Membuat komitmen tidak harus berhadapan dengan manusia lainnya. Ketika kita sudah memutuskan suatu hal dan membuat komitmen diatasnya. Tentu itu sudah menjadi tanggung jawab kita untuk tetap menjalankan tugas dan amanah yang sudah kita ambil sebelumnya. 

Sama dengan seseorang yang sudah memiliki prinsip-prinsip dalam hidupnya. Sudah barang tentu itu akan menjadi urusan dia dengan Tuhan-Nya. 

Aku dengan prinsipku, kamu dengan prinsipmu. Jika kamu suka dengan prinsipku. Silahkan. Begitu sebaliknya. 

Apa yang sudah menjadi keputusan. Tentunya sudah difikirkan matang-matang dan berusaha untuk tidak menghilangkan amanah yang terucap. 

Bismillah .... 
Derap langkah yang melaju, membuatku harus melakukan hal tanpa jemu. 



BOLEHKAH AKU BICARA?


15/365

Diamnya memang sedang memikirkan beberapa hal yang perlu difikirkan. Dan itu tidaklah mudah untuk dilakukan dalam waktu bersamaan bagi sebagian orang. 

Menjadi manusia multi tasking dalam segala hal tentu sangat diharuskan ketika kita dituntut untuk bisa membedakan mana yang lebih prioritas. Namun, semua harus selesai tepat waktu. 

Huft..... 
Ternyata mengeluh saja tidak bisa mengembalikan keadaan seperti yang kita mau. 
Semua harus tertata dan diterima apapun hasilnya. 

Terima kasih, aku banyak belajar dari setiap kesalahan dan kegagalan. 

PERIHAL JARAK


14/365

"Hal apa yang membuatmu cepat rindu?" Kataku pada seseorang yang tersambung via telepone. 

Dia hanya bergumam, seperti belum mendapatkan jawaban dari pertanyaanku.

"Kok diem?" Tanyaku lagi. 

"Hmm, apa perlu aku jawab?" Terdengar suara dari sana yang mulai melemah. 

"Memangnya apa yang membuatmu tidak ingin menjawab pertanyaanku?" Tanyaku lagi. 

"Sesuatu yang sulit diukur dengan alat pengukur."
Sambungnya dengan memberikan aku sebuah clue yang harus aku tebak. 

"Kenapa jadi main tebak-tebakan gini?" Kataku dengan nada sedikit kesal. 

"Siapa yang ngajak main?" 

Tutttttttt_______

Tanpa sepihak aku memutuskan sambungan telepon seluler yang tersambung dengannya. 

__________
"Huh! Kenapa dia jadi menyebalkan seperti ini. Sebenarnya dia tahu atau memang pura-pura tidak tahu?" Gerutuku selepas memutuskan sambungan telepon seluler tadi. 

Tiba-tiba chat masuk darinya. 
"Kenapa dimatikan?" Tulisnya di ruang chat whatsapp. 
Aku hanya membacanya dengan masih dalam keadaan kesal. 

"Kenapa pula dia masih bertele-tele. Apa tidak bisa dia langsung menjawab saja pertanyaanku tadi." Gumamku yang masih kesal. 

_____________
Untuk jarak yang semakin merangkak maju. Izinkan aku untuk menyamai langkah kakimu yang begitu jauh dari jarak pandangan mataku. 

Yah, jarak itu yang membuatku semakin tak menentu. 

TEMAN DEKAT



13/365

________
Sejak Juni 2022, aku sudah menjalani tantangan baru dan bertemu mereka. 
Sebenarnya ini bukan hal baru bagiku. Karena aku sudah mengenal mereka sejak mereka duduk di bangku kelas 7 SMP. 

Namun, aku belum menjadi teman dekat mereka. Begitu pula mereka kepadaku. 

_________
Tidak terasa, 6 bulan sudah aku membersamai perjalanan mereka dalam menuntut ilmu. Mereka hebat loh! bisa memerankan dua peran sekaligus. "Memimpin dan dipimpin."

Ketika mereka di depanku, mereka seperti anak kecil yang begitu manja pada Ibunya, berceloteh dan merengek, bahkan sering mengeluh. Tapi aku suka dengan gaya bahasa mereka yang begitu khas. 

Di usia mereka yang sebentar lagi menginjak angka ke - 17. Aku sangat yakin, bahwa mereka hanya butuh teman dekat. Teman yang selalu siap mentransfer energi positif setiap harinya. 

_______
Tetap tersenyum seperti ini ya anak-anakku ❤


ALLAH SUDAH SIAPKAN YANG TERBAIK

    Mengikhlaskan kehilangan memang sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan, Apalagi kehilangan orang-orang yang disayang. Meskipun kita t...