Hidup di kota besar dan jauh dari orang tua serta sanak saudara. Membuat aku harus terbiasa mandiri dan mengatur roda keuangan yang seperti air laut. Pasang dan surut, rasanya untuk meminta pada Ayah dan Ibu di kampung sudah terlalu berat untuk aku ucapkan.
Sehingga aku perlu mengatur waktu antar kuliah dan mencari sedikit penghasilan tambahan.
"Rania, tugas Pak samsul udah selesai?" Terdengar suara Wanita berteriak ke arahku.
Ternyata suara Sinta yang selalu ceria setiap harinya.
"Astaghfirullah jangan teriak-teriak Ta." Kataku seraya menutup mulutnya secara sepihak.
"Hehe maap ya Nia." Ucapnya dengan wajah cengar-cengir.
Aku melangkahkan kakiku menuju kelas bersama Sinta yang masih menunggu jawaban dariku. Aku sengaja akan menjawabnya di kelas nanti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar